Pemeliharaan ayam broiler, tidak dapat terlepas dari penggunaan antibiotic dan obat-obatan kimia lainnya. Hal ini tidak dapat dipungkiri, karena populasi ayam broiler di daerah Bogor dan sekitarnya sudah semakin padat, karena pemenuhan kebutuhan ayam pedaging di Jakarta dan sekitarnya sudah mencapai angka 1.5jt ekor per hari.

Pemeliharaan yang padat, dan kandang yang berdekatan, sudah barang tentu menimbulkan kerawanan terhadap penyebaran penyakit diantara ayam peliharaan. Belum lagi lingkungan yang terbiasa untuk terpolusi oleh bahan-bahan kimia sehingga daya dukungnya semakin rendah..

Penggunaan bahan kimia ini, yang kian hari kian banyak dan dosisnya semakin tinggi, tentunya mengakibatkan banyak pengaruh negative terhadap kualitas daging yang dihasilkan.

Untuk itulah, sejak tahun 2001, Probio chicken membuat suatu terobosan di bidang bioteknologi mikrobiotik, yang memanfaatkan kemampuan Probiotik, atau yang dikenal sebagai Mikroba Bersahabat / Friendly Microorganisms.

Probiotik, dibantu dengan Herbal, dapat menggantikan peran antibiotic dan obat-obatan kimia yang diberikan kepada ayam pedaging. Inilah asal mulanya istilah Ayam Organik digunakan pada ayam berkualitas non-kimia dan bebas racun.

Sebagai perbandingan, kualitas daging yang dihasilkan, terlihat seperti pada gambar diatas, dan dijelaskan sebagai berikut:

  • Daging sangat sedikit berlemak.
  • Tidak berlendir.
  • Kolesterol lebih rendah.
  • Protein lebih tinggi.
  • Tidak ada Kuman Penyakit seperti Salmonella & E. coli.

Karena menggunakan Probiotik dan Herbal, maka ayam ini dinamakan Ayam Probio, atau Probio Chicken, yang sudah mendaftarkan hak patennya pada tahun 2005.

Advertisements