Makanan organik itu mahal. Ini kesan sebagian besar masyarakat saat pertama kali mengenal makanan organik. Apalagi bagi kalangan bawah yang sulit yang juga tetap harus memperhatikan kesehatan mereka. Asumsi ini tentunya bukan tanpa alasan. Ada berbagai alasan dibalik mahalnya makanan organik yang perlu kita ketahui bersama. Ini perlu dilakukan agar kita tak sepenuhnya menyalahkan pemerintah, instansi, atau dinas terkait.

Berikut ini diuraikan secara detail beberapa alasan dibalik mahalnya makanan organik

  1. Bila kita melakukan survei, ternyata pertanian dan peternakan organik memerlukan biaya sekitar 50 – 100 persen lebih besar dibandingkan pertanian dan peternakan organik yang konvensional.
  2. Pertanian dan peternakan organik memerlukan biaya perawatan dan penanganan khusus dan spesifik.
  3. Tidak semua bahan atau produk dapat diolah menjadi makanan organik. Jadi ada persyaratan dan ketentuan tertentu yang amat ketat.
  4. Ada biaya untuk para ahli atau paten yang terkait dengan pertanian dan peternakan organik. Tentunya biaya transfer of knowledge yang diperlukan untuk budidaya pertanian dan peternakan organik adalah salah satu alasan dibalik mahalnya makanan organik.
  5. Pengeluaran biaya pakan untuk ternak yang akan diolah menjadi makanan organik memerlukan biaya yang lebih mahal dibandingkan dengan yang konvensional. Sebab makanan yang diberikan haruslah makanan yang bergizi sehingga ternak tidak memerlukan bahan kimia sebagai campuran pakan maupun vaksin.
  6. Diperlukan upaya, tenaga, dan pemikiran yang ekstra untuk dapat bercocok tanam, beternak, bertani tanpa menggunakan bahan kimia, hormon, suntikan, dan antibiotik.
  7. Pertanian dan peternakan organik memiliki risiko untuk rugi yang lebih besar daripada pertanian dan peternakan yang bukan organik. Hal ini terkait erat dengan marketing, pemasaran, branding, dan distribusi.
  8. Bahan pangan organik biasanya tidak atau kurang bertahan lama. Hal ini jelas dikarenakan tidak memakai bahan pengawet.
  9. Sebagian bahan pangan organik masih diimpor dari luar negeri. Bila ingin dibudidayakan di Indonesia, maka jangan lupa ada banyak kendalanya. Salah satunya dari segi iklim yang sangat berpengaruh dalam pertumbuhan tanaman.
  10. Adanya pajak bahan pangan organik, terutama bagi produk impor. Sehingga dipandang pantas bila bahan pangan organik harganya mahal.
  11. Pengemasan bahan organik terkadang agak rumit dan ribet. Ini juga diperhitungkan di dalam faktor biaya. Biasanya dibutuhkan logo sendiri yang menyebutkan bahwa produk tersebut adalah produk organik. Dan kalau pun ada harusnya produk organik juga menggunakan kemasan yang juga terbuat dari bahan organik dan tidak memcemari lingkungan.
  12. Perlu biaya sertifikasi untuk bahan pangan organik, di samping juga birokrasi yang panjang. Diperlukan tujuh juta rupiah, untuk masa berlaku tiga tahun.

Inilah beberapa alasan dibalik mahalnya makanan organik. Bagaimana pun juga semua makanan yang menyehatkan itu memiliki nilai jual yang tinggi sesuai dengan pepatah sehat itu mahal. Berbeda halnya dengan makanan yang kurang menyehatkan dengan harga yang murah bahkan sangat murah dengan bahaya yang mengicar kesehatan.

Apabila makanan yang kita makan adalah makanan organik yang proses pembuatannya tidak mencemari lingkungan, maka kita pun harus pintar mengolah sampah atau limbah kita dalam kehidupan sehari-hari agar tidak mencemari lingkungan sekitar dan mengganggu ekosistem suatu makhluk hidup. Maka dengan terlaksananya kegiatan seperti ini akan terjaga juga rantai kehidupan, dan kenyamanan untuk tempat tinggal.

Advertisements